Thread of destiny I

Bab 1

"Energi di dalam pikiran adalah esensi dari kehidupan." 

Begitulah kata seorang filsuf yunani yang bernama aristoteles, dan memang benar adanya bahwa ketika setiap orang yang mempunyai masalah pada awalnya bergelut dengan pikiran nya sendiri yang menimbulkan berbagai macam rasa dan aksi. Tidak sedikit orang yang merasa stres atau depresi menimbulkan aksi yang merugikan diri mereka sendiri, dan akarnya adalah pemikiran yang dipenuhi energi negatif.

Udara pagi terasa sejuk, sang mentari bersinar lembut memberi cintanya kepada semua yang ada bumi. 

"Good morning world, i'am ready" begitulah cara seorang remaja muda menyambut paginya, dengan ransel dipundak dan seragam putih abu-abu nya.

Remaja itu mengayuh pedal sepedanya sambil bersiul tak merdu. Sesekali menyapa orang yang berjalan, meskipun tidak saling kenal, dalam kepala pemuda itu terisi sebuah kalimat "Senyum,Sapa,Salam adalah ibadah kecil yg berpahala" 

Terlebih lagi hari ini adalah hari pertamanya menjejaki masa SMA, kebanyakan orang bilang Masa SMA adalah masa yang paling menyenangkan dalam hidup, meskipun ada sebagian yang tidak menganggap seperti itu.  

Sesampainya di gerbang depan Sekolah dia melihat ramai anak sebaya nya berjalan menuju kelas, ada yang mengikat tali sepatu, dan tertawa.  "Pemandangan ini lah yang membuat ku hidup" kata remaja itu dalam, meskipun sebenarnya itu pemandangan yang wajar bagi orang lain,  tapi bagi remaja itu yang pikirannya dipenuhi kesenangan akan Sekolah membuat semua yang dia lihat di Sekolah adalah keindahan. 

Komentar